Sedih Bukan Karena Sakit

03/12/2008

Kurang lebih setahun lalu, teman-teman yang puluhan tahun tidak pernah saya temui, tiba-tiba datang menjenguk saya yang saat itu dirawat disebuah rumah sakit di Bandung, beberapa hari setelah lebaran.
Seandainya memungkinkan, inginnya saya bangun kemudian mengajak mereka kesuatu tempat yang memungkinkan bisa ngobrol leluasa dan bercanda sepuasnya seperti dulu…..!?
Tentu saja saat itu saya cuma bisa duduk saja di tempat tidur, dikelilingi teman-teman dan menjadi pusat perhatian mereka. Saya benar- benar merasa sebagai sosok pesakitan yang tak berdaya,…hiks……hiks…

Saya tidak bisa ngobrol banyak dengan mereka. Inginnya satu satu, bergantian saya mengobrol dengan mereka hingga lepas rasa rindu di dada ini…..hmm..
Tapi dirumah sakit tentu saja siapapun tidak diperkenankan banyak suara apalagi bercanda tawa….dan ternyata kunjungan teman-teman yang sudah lama saya rindukan ini hanya sebentar, sekitar setengah jam. Mereka akan melanjutkan menjenguk Nuti Indrawati yang kebetulan juga tengah sakit dan saat itu berada di Bandung juga, dirumah ibunya.

Pertemuan itu bagi saya seperti mimpi saja. Seandainya diprbolehkan inginnya saya turun dan ikut dengan mereka menjenguk Nuti. Bagaimana tidak ingin ikut, Nuti adalah salah satu teman dekat yang sealiran alias sehati bahkan kadang sepemikiran. Saya hanya bisa menghela nafas saja melepas kepulangan teman-teman dan membalas lambaian tangan Heru dan Oong, teman terakhir yang keluar dan menghilang dibalik pintu kamar rawat. Dulu, saya seringkali merasa seperti anak perempuan kecil dihadapan mereka berdua ini…

Setelah pertemuan yang sekejap itu, tak dapat dibendung lagi, saya menangis, serasa kehilangan sesuatu yang seharusnya masih saya miliki dan rasakan…Tapi saya sendiri tidak mengerti, mengapa jadi sesedih itu. Suami menghibur dan berkata:”Kapan-kapan, pasti bisa ketemu lagi, kalau memugkinkan kita undang reunian” Ya…kapan-kapan….entah kapan itu….

Sudah beberapa kali teman-teman ini mengadakan reunian, tetapi saya tidak pernah ikut, dikarenakan berbagai sebab musabab yang sulit dihindarkan.
dipost:lisfr

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: