Ingin ke Bandung

21/01/2009

Inginnya liburan kemarin saya ke Bandung. Sudah sangat lama saya tidak pernah jalan-jalan di kota Bandung yang kelihatannya semakin heurin kutangtung. Sya ingin jalan-jalan menyusuri pertokoan di Braga, Dalam Kaum, kemudian membeli pernak pernik kesukaan. Dari Dalam Kaum ke Otista, terus ke Pasar Baru, membeli kain denim kiloan sambil jajan mie kocok di salah satu gang yang menuju Jl Tamim.
Sebetulnya yang paling saya inginkan adalah nonton bioskop di Galaxi atau di Kings. Kalau saja masih ada inginnya nonton di BragaSky atau Mayestik.

Dulu, di Balai Kota sering ada pameran seni, sehabis nonton di Bragasky biasanya nyebrang ke pasar seni dulu. Di Gedung Merdeka pun dulu sering digelar pameran lukisan, seperti Basuki Abdullah dan Afandi. Saya bisa kuat seharian melihat pameran dan mengikuti demo lukisan oleh pelukis2 yunior atau anak seni rupa perguruan tinggi yang ada di Bandung. Tapi setahu saya sekarang sudah tidak ada pameran merakyat seperti itu lagi. Sekarang, pameran lukisan lebih sering di adakan di tempat tempat yang eklusif dengan pengunjung yang kebanyakan eklusif juga.

Mengenang Bandung tahun delapanpuluhan mengingatkan saya pada teman-teman sekampung, Kiaracondong. Terutama tempat tongkrongan di toko Mugilaris dan Penjahit Cahya Tailor. Sekalipun terkenal krodit dan de bronk, saya sangat enjoy menjadi bagian hiruk pikuknya. Kekeluargaan yang terjalin cukup erat. Dari esde, esempe hingga kuliahan kelompok pertemanan yang saya jalani bersama-Sama teman kampung ini tidak pernah retak. Setelah satu persatu menikah dan kemudian saya pindah ke kota lain, pertemanan itu buyar dengan sendirinya dan entah kenapa kami benar benar loss contact.

Saya merindukan kembali seperti dulu, walau hanya sehari, sejam atau semenit saja! Diusia saya saat ini entah kenapa saya seolah seperti orang yang mendaki kemudian ingin ngaso, sejenak saja. Mungkin kesempatan hidup saya baru setengah, tiga perempat atau mungkin tinggal beberapa waktu lagi menjalani kehidupan ini, kalau saja mungkin saya ingin kembali ke masa itu sekejap saja, untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi.

Liburan kemarin itu, saya benar-benar tidak bisa ke Bandung, karena bersama anak-anak menghabiskan waktu liburan, jauh, di kota tempat suami berdinas.Entah kapan saya bisa leluasa jalan-jalan di Bandung, beli batagor Ihsan di kopo, nonton film Indianajones di BragaSky dan pulangnya makan sate padang di samping Gedung PLN. Kemudian melihat pagelaran seni di Balai Kota atau Gedung Merdeka, dan kalau mungkin momotoran ke Pangalengan, Ciwidey atau ke Lembang, bersama teman-teman senasib sepenanggungan dimasa lalu…Ya….agaknya itu cuma angan dalam mimpi sahaja.

Iklan

3 Tanggapan to “Ingin ke Bandung”

  1. GEOGRAFI ENTREPRENEUR said

    GEO 82 IKIP BANDUNG DULU RASANYA HAPAL SEMUA,TAPI SEKARANG LISFR GAK KEBAYANG. AKU GEO 81 POSISI DI TASIKMALAYA. DUNIA MAYA BARU SEBULAN NYEMPLUNG,MASIH GAGAP TEKNOLOGI,PULUHAN TAHUN TIDAK TERTARIK IT,AKU BERGELUT JADI PEDAGANG KECIL,SEKARANG DITUNTUT KEBUTUHAN TEKNOLOGI INFORMASI,MAU JUGA BELAJAR.

  2. GEOGRAFI ENTREPRENEUR said

    AHIR DESEMBER 2008 SAYA KETEMU A MULYADI 82 DI ACARA DIKLAT SERTIFIKASI GURU GEOGRAFI DI POLTEKPOS BDG. AKU TEMANNYA WANJAT,EPON,DARSIHARJO,SRI HAYATI MEREKA ANAK 81 YANG DOSEN DI UPI,AKU MASIH SERING KONTAK DENGAN MEREKA. SALAM KENAL AJA BUAT LIS FR. SEKARANG LIS TINGGAL DIMANA ?

  3. thamrin said

    tah asa geus lila teu panggih ?
    jalan jalan ka bandung nyimpang heula atuh !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: