gadis kecil itu…(1)

23/08/2009

A+Mother's+LoveHari ini adalah hari pertama puasa bulan ramadhan. Seperti biasa, sekolah diliburkan utk menyambut memasuki bulan suci umat muslim di seluruh dunia. Tentu saja anak-anak yg libur sekolah, akan tersibukan berbagai kegiatan ramadhan, spt shalat tarawih, mengaji dan mendengar ceramah subuh di mesjid. Akan tetapi biasanya yang lebih banyak adalah bermainnya, puasa menjadi terhibur…. tak begitu terasa lapar dahaga hingga menjelang berbuka puasa.

…berbeda dg seorang gadis kecil yatim piatu yg tinggal dipinggiran kota bersama neneknya yg renta. Setiap harinya adalah liburan, karena di tahun terakhir ini dia tidak bersekolah lagi. Hampir setiap hari perutnya menahan lapar, meski bukan di bulan puasa.

Tubuhnya kurus kecil. Meskipun usianya menjelang sembilan tahun, tampak spt usia teka. Rambutnya lurus panjang tergerai menutupi tengkuk yg tertutup baju lusuh. Kulitnya putih meski tampak dekil, dan sorot matanya bersinar bening meski kelopaknya terlihat cekung…

Gadis kecil ini setiap pagi menjual kantong kresek di pasar yg lumayan jauh dari rumahnya.
Spt anak2 lain seusianya yg belajar menamatkan puasa ramadhan, di awal puasan inipun dia berpuasa. Baginya menahan lapar sudah hal biasa, karenanya dia berharap di tahun ini akan mampu menamatkan puasanya sebulan penuh, spt tahun lalu. Hanya saja sudah beberapa pekan ini ada yg tak beres dg tubuhnya. Keringat dingin kerap membasahi kening dan tubuh kurusnya. Namun gejala sakit ini tak dirasanya karena tersilap rasa lapar yg sering melilitnya. Tapi karena sudah diniatkan, dia bertekad tetap berpuasa.
Dan
pagi ini, keramaian orang-orang di pasar akan segera menyibukannya berjualan kantong kresek. Daripada bermain, dan daripada luntang lantung jadi pengemis…

Sejak neneknya tak mampu lagi berjualan sayuran di pasar karena sakit, hampir setahun ini dia menjual kantong kresek. Modal dagangan nenek telah habis utk mengobati radang paru2nya yang sudah akut. Kini nenek hanya terbaring di tempat tidur. Hanya dia sendirian yang merawatnya, sekaligus mencari sesuap nasi untuk mereka berdua. Bantuan kadang diberikan para tetangga yg menaruh belas kasihan pada mereka. Meskipun sangat mengharapkan, tentu saja bantuan itu tak bisa dijadikan andalan. Bagi anak sekecil itu tentu sangat berat menjalani kehidupan spt ini. Tapi tali kasih yang terjalin sejak bayi menjadikan mereka merasa nyaman dalam kehangatan cinta yg sangat kuat. Kebahagian itulah yg menjadi penghibur dlm menjalani kesengsaraan dunia ini. Kebahagiaan saling memiliki itu, mereka rasakan mampu menyeka peluh kelelahan, dan air mata kesengsaraan, mampu mengenyangkan perutnya di saat kelaparan, bahkan jadi pelipur rasa sakit jadi tak terasakan…

Dia mengasongkan jualan kpd orang-orang yg tengah belanja di pasar. Kadang harus membututi pebelanja hingga akhirnya mau membeli. Disaat bedug dzuhur biasanya barang berikut hasilnya diberikan kpd pemilik barang yang bertoko di dekat pasar itu juga. Setelah dipotong modal barulah dia mendapat keuntungan. Seringkali keuntungan itu hanya cukup utk membeli sebungkus nasibungkus…

Dan kini, meskipun hari sudah terik, matahari tepat di atas kepala, dan beduk dzuhur sudah di tabuh, adzanpun telah berkumandang bbrapa saat lalu…jualannya baru sedikit sekali yg laku. Dia akhirnya meminta waktu tuk berjualan lagi setelah smbahyang dn istirahat sejenak di mushola pasar, kpd yg punya barang dagangannya. Meskipun hatinya mencemaskan neneknya di rumah, krn biasanya dia berjualan hingga waktu dzuhur. “Hitung2 sambil ngabuburit,” fikirnya.

Tentu saja jika sudah lewat tengah hari, kesibukan di pasar tidak seramai pagi. Dia mengalihkan sasaran penjualan dipelataran dan depan pertokoan yg dijejali pebelanja. Orang2 begitu banyak berlalu lalang. Tampak juga anak2 tengah sibuk memilih mainan dan membeli aneka makanan yg tergelar dipinggir jalan.Tapi entah kenapa, yang melirik dan membeli jualan asongannya hanya sedikit. Padahal di hari puasa ini, dia berharap dapat lebih untuk membeli tambahan makanan berbuka puasa. Tapi rupanya harapan itu sia-sia. Menjelang sore akhirnya dia kembali pada pemilik barang, hendak menyetor barang berikut hasilnya. Setelah keuntungan dia terima, ternyata dia diberi tambahan uang utk membeli makanan berbuka puasa. Sungguh tak disangka. Dia mengucapkan banyak-banyak terimakasih kpd pemilik barang. Bukan main girangnya. Segala keletihan dan rasa lapar dahaga seakan begitu saja lenyap. Setelah berpamitan dia bergegas pergi ke warung nasi langganannya di pinggir pasar. Terbayang wajah nenek… tentu tengah menunggunya sejak tadi siang…terbayang sudah makanan2 apa saja yang akan dibelinya di warung2 pinggir jalan itu. Namun tiba-tiba hujan turun….
…bersambung…

Iklan

Satu Tanggapan to “gadis kecil itu…(1)”

  1. dir88gun-W said

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang di seluruh penjuru dunia maya…

    Alhamdulillah, setelah sempat stagnant sampai sebulan lebih,
    akhirnya ada yang menginspirasi saya untuk menulis ucapan…
    & mengirim komentar spam-nya kepada Saudara2, He he he…
    Tapi kali ini, insyaAllah… saya akan mencoba lebih sopan.

    Hmm, mau tahu isi komen saya kali ini?
    Heee… rahasia…
    Ya udah deh, nih saya kasih tau.
    Tapi, beneran… mau tahu?
    Apa? Beneran… yakiin?
    Ow… jangan ngambek donk, iya maaf-maaf…

    Nih, aku kasih link comment-nya…
    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/08/
    ucapan-selamat-kemerdekaan-ramadhan.html

    atau…
    http://www.4shared.com/file/127273395/aafaeca/
    Ucapan_Selamat_Kemerdekaan__Ramadhan.html

    Selamat men-download & membaca komentar saya, ya…

    Alhamdulillah, Saudaraku tersayang dimanapun kalian berada.
    Jadikanlah Romadhon kali ini lebih istimewa bagi dirimu…
    dengan mengamalkan Qur’an & Sunnah.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, secara Lahir Bathin…
    serta raihlah kemenangan sejati untukmu.

    Buat Saudaraku yang punya blog ini, ma kasih, ya…

    Wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: