pelangi imaginer

25/02/2010

Langit malam kali ini tidak berbintang sama sekali. Seperti malam malam sebelumnya, selalu tertutup awan. Udara malam terasa hangat. Hembusan angin dari teras belakang rumah membuat ruangan depan ini jadi sejuk.

Pikiranku seringkali mengembara. kali ini serasa tengah berada di padang ilalang semak belukar, tegalan seberang rumahku.

Dulu, ketika anak anaku masih kecil, di tegalan rerumputan itulah aku seringkali bermain petak umpet bersama mereka, memetik bunga-bunga liar dan buah kersen hingga menjelang senja sambil menunggu yang tercinta pulang kerja. Mereka selalu menyambutnya dengan berlari riang dan teriakan suka cita begitu terlihat sosoknya dikejauhan, merangkulnya dalam gendongan, menumpahkan rindu yang sudah terhimpit berminggu-minggu. Semua itu tersimpan menjadi kenangan yang seringkali menghiasi lamunan….

Kini malam semakin larut….pikiranku serasa masih saja berada jauh di tegalan ilalang kala itu. Tapi kini… aku seolah melihat pelangi yang begitu indah menghias langit diatas hamparannya. Meskipun langit gelap tak berbintang, cahaya pelangi itu seakan mampu menyibak kelamnya langit yang menaungiku..seakan memberiku sebuah harapan yang pasti….yang bisa ku genggam erat….yang bisa kurasakan aura semangatnya….melingkupi diriku….walau semua itu hanyalah seakan…seakan akan…

Mereka, anak anakku telah tidur lelap. Kini mereka bukan anak anak kecil lagi.

Keterjagaanku hingga larut memang makin akut, dari semenjak beberapa tahun belakangan ini. Hanya saja saat ini perasaanku melihat lengkung pelangi di atasku seakan memberi harapan jika penantianku tidak akan sia sia…walau aku tahu yang ditunggu tidak akan kembali dimalam selarut ini, apalagi diantar hembusan angin yg mulai dingin menusuk ini…..

Aku mematung di ambang pintu, menerawang ke dalam padang ilalang dan semak belukar di kejauhan.. yang sebetulnya sudah tak ada lagi, berganti bagunan-bangunan dan jalan-jalan. Tapi aku masih merasakan bau rumputnya yg terinjak, manisnya buah kersen dan wangi tanah bunga saliara. Aku masih melihat hamparan itu, di sana,  hamparan ilalang dan semak belukar tempat ku dan anak-anak menghabiskan waktu senja. Masih terasa degup jantungku ketika melihat kepalanya menyebul dibalik tegalan ilalang itu. Masih terdengar juga pekik kesenangan anak-anak memburu kedatangannya, berebutan buah tangannya…

Warna warni pelangi diatasku ini seakan merangi langit menjadi biru terang bertabur bintang….seakan menandakan harapan itu masih ada, seakan akan masih ada, padahal sudah sirna sejak beberapa tahun silam…tapi aku masih merasakan semuanya, tak peduli hanya seakan akan belaka… kini dirinya telah hadir berupa afirmasi dalam fikiranku, merekayasa perasaanku. Kurasakan dia menarik tangan sukmaku…..menuntunnya menuju kearah raga ku yang berdiri menyambutnya di depan pintu, disini, didalam naungan cahaya pelangi hayalan.

Diatasku langit tetap gulita tanpa bintang, apalagi pelangi. Tangisku meledak seperti bunga-bunga api merobek langit, tapi berpendar dalam kegelapan. Perlahan kurasakan kehadiranNya. Air mataku semakin berderai seperti rembesan mata air menjadi sungai-sungai yang meluap-luap membasahi kegersangan. Diri kian terkesiap kehadiranNya, yang meliputi segalanya. Tanpa harus lelah dan letih ku menunggu, sejatinya Dialah sesungguhnya sumber cahaya terindah yang ku rindu, yang selama ini nyaris terlupakan, terbias oleh obsesi-obsesi penantian dan harapan semu yang menyiksa.

Iklan

2 Tanggapan to “pelangi imaginer”

  1. pelangi dimalam hari setau saya itu namanya halo yang melingkari bulan
    thanks sudah mempir di blog saya

  2. k i a r a said

    pelangi malam yang ini hanya sekedar pelangi imajiner saja…☺
    terimakasih sudah berkunjung balik….salam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: