Jangan berhenti ditengah badai

01/01/2013

030Ini adalah cerita tentang seorang anak mengemudi mobil bersama ayahnya:

Setelah beberapa puluh kilometer dilalui, tiba-tiba awan hitam datang diiring angin kencang, langitpun menjadi gelap…..Terlihat ada beberapa kendaraan yang terseok-seok kemudian  menepi.
“Bagaimana ayah ? Apa kita berhenti saja?”, si anak bertanya. “Teru­slah….!!”, jawab ayahnya. Sang anakpun terus menjalankan mobil. Lang­it semakin gelap, angin semakin kencang dan hujan turun sangat deras. Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin……suas­ana sangat menakutkan. Kendaraan-kendaraan  menepi dan berhenti. Tetapi ada juga yang terus melaju menembus hujan badai yang sesekali diselingi petir yang menyambar nyambar.

“Ayah…!?”, sang anak bingung ketakutan melihat keadaan sekeliling yang semakin terasa mencekam.
“Teruslah mengemudi, ga akan apa-apa!” jawab sang ayah meyakinkan, sambil terus melihat kedepan mewaspadai keadaan. Sang anak terus mengemudi meskipun dicekam ketakutan, bersusah payah tenang dan berusaha mengendalikan kemudi agar tetap stabil. Hujan lebat menghalangi pandangan berjarak beberapa meter kedepan. Mobil melaju perlahan bahkan terseok seok seakan hendak turut tersapu hujan angin yang kencang.

Setelah melaju beberap kilo meter ke depan, dirasakan hujan mulai mereda dan kecepatan angin berkurang. Akhirnya sampailah mereka di daerah yang kering, mataharipun bersinar cerah di balik awan yang semakin tipis putih. Bahkan mereka melihat pelangi yang membusur dihadapannya seakan akan gerbang selamat datang….

“Berhenti dan keluarlah nak”, kata sang ayah.
“Kenapa sekarang ayah?”, tanya anak.
“Cobalah lihat kebelakang, agar engkau tahu, apa yang terjadi seandainya kita ini berhenti di tengah badai itu”.
Sang anak berhenti lalu keluar, ia pun melihat jauh dibelakang sana,  ke arah badai yang masih berlangsung.
Ia juga membayangkan orang-orang yang terjebak disana. Akhirnya ia tahu dan mengerti,  bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI ditengah badai, karena akan terjebak didalam ketakutan, ketidak pastian dan penderitaan .

Begitu juga dalam menjalani kehidupan ini. Jika kesulitan dan penderitaan melanda, sama seperti halnya jika kita tengah menjalani kesenangan dan kebahagiaan tetaplah terus berjalan, jangan pernah berhenti apalagi putus asa. Lakukan apa yang bisa, ketakutan dan penderitaan yang melanda tidak akan berubah dan berakhir jika hanya diam saja. Allah senantiasa menyertai, membimbing dan melindungi disaat apapun, apalagi ketika disaat tidak ada satupun tonggak yang bisa dijadikan pegangan dan sandaran. Tetaplah berusaha…. selebihnya bertawaqalah kepadaNya.

Tahun baru, semangat baru…Jangan pernah berhenti untuk berusaha mewujudkan harapan…

Iklan

2 Tanggapan to “Jangan berhenti ditengah badai”

  1. Kiara, tulisannya bagus….pertanyaan anda diblog saya sudah saya jawab, silahkan dilihat….salam sejahtera dan Selamat Tahun Baru 2013…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: